![]() |
| Interactive Tabletop. © theverge.com |
Merdeka.com - Di event SXSW 2016, SONY dengan Future Lab-nya
menelurkan berbagai prototipe yang futuristik. Setelah membuat headset
canggih 'SONY Concept N,' prototipe keren yang diperlihatkan oleh SONY
adalah sebuah proyektor.
Dilansir dari The Verge (13/3), proyektor ini mampu membuat benda
datar apapun menjadi layar yang dapat dijadikan media interaksi.
Proyektor "Interactive Trabletop" ini menggunakan konsep sensor
kedalaman dan pelacakan gestur dan gerak, untuk mengetahui di mana objek
diletakkan. Dengan kecanggihan ini, bahkan sebuah buku cerita, bisa
dibawa untuk menjadi nyata.
SONY memperagakan perangkat ini melalui sebuah buku cerita klasik,
'Alice in Wonderland.' Dengan perangkat proyektor yang diletakkan di
atas sebuah meja, gambar yang ada di buku tersebut dapat ditarik keluar
dari halaman menjadi sebuah animasi, dan bisa berinteraksi dengan benda
lain yang ada di atas meja. Proyektor ini juga bisa merespon tekanan
jari dengan melacak arah dari pergerakan tangan kita.
Meskipun teknologi ini masih dalam tahap pengembangan, Interactive
Tabletop punya potensi besar. Sangat menarik jika dalam waktu dekat ada
sebuah perangkat yang mampu mengubah buku cerita, menjadi sesuatu yang
lebih interaktif. Tak hanya itu, dunia game juga akan lebih berwarna
jika kita bisa memainkannya di medium apapun.
![]() |
| Interactive Tabletop theverge.com |
![]() |
| Interactive Tabletop theverge.com |
![]() |
| Interactive Tabletop theverge.com |
Sebelumnya teknologi serupa dapat kita temui melalui augmented
reality yang ditawarkan Microsoft HoloLens. Dengan HoloLens, tayangan
televisi atau film akan lebih interaktif dengan objek yang bisa keluar
dari televisi, bahkan membuat meja kita jadi objek digital.
Namun Interactive Tabletop memberi lebih dari itu. Hanya dengan
memasang proyektor yang mengarah ke meja, semua bisa jadi interaktif dan
bisa kita lihat dengan mata telanjang. Tanpa perlu memasang headset
seperti yang diperlukan untuk mendapatkan sensasi augmented reality.
Namun SONY masih belum akan memberi detil tentang harga maupun kapan perangkat ini bisa dipakai oleh konsumen.









