Jumat, 22 April 2016

Tentang Giri Sahid

BINTEK YANG DILAKSANAKAN DI PEMKAB WONOGIRI

 Pembukaan BINTEK

Pelaksanaan BINTEK

Pemasangan Software SIM Pelayanan Masyarakat


  
Penutupan BINTEK

Ngeri, tawon pembunuh manusia di Jepang tumbuh sebesar burung!

Ngeri, tawon pembunuh manusia di Jepang tumbuh sebesar burung!
Tawon Jepang. ©2016 Twitter
Merdeka.com - Tawon Jepang atau Vespa mandarinia tercatat sebagai spesies tawon terbesar di dunia. Tawon ini rata-rata berukuran sebesar jempol jangan orang dewasa. Namun, baru-baru ini seorang pengguna Twitter memperlihatkan bila tawon Jepang bisa tumbuh lebih dari itu.
Lewat Twitter, akun @sun-s-k memposting foto tawon Jepang yang berukuran kira-kira sebesar burung gelatik. Tawon tersebut terlihat merayap di dalam lemari milik akun @sun-s-k.
Mengingat jenis tawon ini hanya aktif di bulan Agustus sampai Oktober dan baru keluar dari hibernasi di bulan April, kemungkinan besar tawon itu adalah ratu. Hal ini juga menjadi alasan mengapa tawon Jepang ini bisa sangat besar.
Selain ukuran besar, tawon ini juga terkenal akan racunnya yang berbahaya. Per menitnya racun tawon Jepang mampu membunuh 40 tawon Eropa. Bahkan, rata-rata setiap tahun dilaporkan 40 orang meninggal akibat sengatan tawon Jepang.
Berdasarkan pengakuan para korbannya, sengatan tawon ini rasanya seperti sebuah jarum panas menusuk kulit. Yang membuat racun tawon Jepang mematikan adalah zat Mandaratoksin, sejenis racun pelumpuh saraf atau neurotoksin yang dapat mengakibatkan gagal ginjal dalam jumlah besar.
Korban sengatan yang sebelumnya sudah alergi pada lebah sering kali harus menjalani cuci darah untuk mencegah dampak mematikan. Luka bekas sengatan tawon ini juga sebaiknya dijahit karena sering berujung pada luka menganga bak tertembak peluru.
Untungnya tawon Jepang kebanyakan ditemukan di daerah pegunungan. Kabar buruknya, tawon-tawon ini juga terdapat di kawasan Asian Tenggara, China, Korea, Nepal.



Sumber : Merdeka.com

Baru rilis 2 minggu, EvilBane didownload 3 juta orang

Baru rilis 2 minggu, EvilBane didownload 3 juta orang
EvilBane. © onrpg.com

Merdeka.com - Netmarble Games Corp, perusahaan mobile game di Asia, mengumumkan pencapaian game miliknya, EvilBane: Rise of Ravens. Gamenya tersebut, diklaim mampu mencetak rekor 3 juta download hanya dalam jangka waktu kurang dari dua minggu perilisannya di 152 negara.

Bahkan game-nya itu disebut-sebutnya sebagai salah satu game mobile RPG yang paling dicintai dan masuk ke pasar game dengan sukses di awal tahun ini. Hal itu terbukti dengan tingginya jumlah pra-registrasi yang mencapai lebih dari 700,000 pendaftar.

EvilBane adalah game yang dikemas dalam grafis sinematik dengan jalan cerita menarik sekaligus menyenangkan hingga membuatnya banyak ditunggu oleh para pecinta game RPG. Mampu menyuguhkan pengalaman bermain game yang terbaik, tak heran jika EvilBane kini menempati top chart dunia termasuk di Eropa, Amerika Utara, atau Amerika Latin.

Lalu bagaimana di Indonesia? Berdasarkan keterangan resmi yang Merdeka.com terima, Jumat (22/4), menyebut bahwa game EvilBane langsung melesat ke peringkat teratas top new free Google Play setelah rilis.

Bahkan di Taiwan dan Thailand, game ini langsung masuk ke dalam top download chart di Google Play maupun App Store tepat setelah perilisannya. Selain itu, juga menduduki peringkat 2 dan 4 sebagai game terlaris di Google Play Taiwan dan Thailand, serta menempati peringkat 6 di App Store kedua negara tersebut. (Berdasarkan chart tanggal 17 April).



Sumber : Merdeka.com

Konsultasi dengan dokter kini bisa lewat Aplikasi Halodoc

Konsultasi dengan dokter kini bisa lewat Aplikasi Halodoc
Aplikasi Halodoc. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com -  Aplikasi mobile di sektor kesehatan, Halodoc, baru saja diluncurkan di Jakarta, Kamis (21/4). Aplikasi Halodoc adalah platform mobile yang menyediakan kemudahan akses dan interaksi antara masyarakat dan dokter secara cepat, akurat, dan aman. Aplikasi ini bisa diunduh di App Store dan Google Play Store.
Halodoc dikembangkan oleh MHealth Tech, yang sebelumnya mengembangkan aplikasi di sektor kesehatan juga, seperti ApotikAntar dan LinkDokter.
Jonathan Sudharta, CEO MHealth Tech, menjelaskan lewat aplikasi Halodoc, masyarakat mendapat akses kesehatan lebih cepat dari cara konvensional. Lewat beberapa fiturnya seperti voice, video call, atau chat, pengguna Halodoc bisa berkonsultasi dengan dokter. Ada pula fitur Directory, yang membantu pengguna mendapatkan informasi lengkap mengenai dokter, rumah sakit, dan klinik terdekat.
"Pengguna Halodoc bebas memilih dokter yang sesuai dengan kebutuhannya dengan biaya bervariasi dan tarif yang ditetapkan oleh para dokter. Aplikasi ini juga terintegrasi dengan aplikasi lain seperti ApotikAntar, yang menghubungkan pengguna dengan apotik terdekat, lengkap dengan layanan antar, serta aplikasi Lab," ujar Jonathan saat peluncuran Halodoc di Jakarta, Kamis.
Jonathan punya mimpi mampu membuat ekosistem kesehatan yang berorientasi konsumen lengkap, seperti konsep layanan kesehatan terpadu yang menjunjujng tinggi keamanan dan keselamatan pasien hingga kepada layanan gawat darurat terpadu.
Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, yang hadir dalam peluncuran Halodoc ini, mendukung pengembangan aplikasi mobile lokal ini. Sebab pemerintah sedang mendorong aplikasi-aplikasi lokal dalam pengembangan ekonomi digital nasional. "Selain mengurusi penyediaan jaringan internet yang cepat, pemerintah peduli terhadap pengembangan aplikasi dan device. Aplikasi lokal seperti Halodoc patut didukung karena driven by technology, askes kesehatan masyarakat menjadi lebih mudah dan cepat."
Ketua Terpilih PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Daeng Mohammad Faqih, menambahkan setiap upaya yang memudahkan masyarakat mengakses kesehatan dan menghadirkan dokter melalui kbiasaaan sehari-hari mendapat dukungan IDI. Harapannya, aplikasi Halodoc dan ekosistemnya semakin besar untuk membentuk satu pelayanan dalam jaringan (online) yang terpadu.
"Kami para dokter merasa perlu berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi tinggi supaya dapat membantu masyarakat lebih luas lagi," kata dr Daeng.


Sumber : Merdeka.com

Kamis, 21 April 2016

VeriSign sebut di Q4 2015 jumlah nama domain meningkat 15 juta

VeriSign sebut di Q4 2015 jumlah nama domain meningkat 15 juta
ilustrasi internet. © lynn-library.libguides.com
 
Merdeka.com - VeriSign, Inc., pemimpin global dalam bidang nama domain dan keamanan Internet, mengumumkan bahwa jumlah nama domain di internet telah bertambah sekitar 15 juta selama kuartal keempat di tahun 2015.
Dalam keterangan resminya, total nama domain yang terdaftar mencapai 314 juta dari seluruh domain tingkat atas atau top-level domains (TLDs) per 31 Desember 2015 berdasarkan data dari Ikhtisar Industri Nama Domain atau Domain Name Industry Brief (DNIB).
Peningkatan sekitar 15 juta nama domain secara global tersebut menandai pertumbuhan sebesar 5 persen dibandingkan kuartal ketiga tahun 2015. Jumlah registrasi domain secara global telah tumbuh sebanyak 25,9 atau sekitar 9 persen dari tahun ke tahun.
Domain tingkat atas atau TLD yang menggunakan .com dan .net mengalami pertumbuhan secara agregat pada kuartal keempat tahun 2015, dimana jumlah keduanya mencapai sekitar 139,8 juta domain.
Jumlah ini menandakan pertumbuhan sebesar 6,3 persen dari tahun ke tahun. Hingga 30 Desember 2015, jumlah nama domain berbasis .com telah mencapai 124 juta nama, sedangkan jumlah domain .net mencapai 15,8 juta nama.
Pada kuartal keempat, Verisign memproses sebanyak 12,2 juta pendaftaran nama domain baru untuk domain .com dan .net, dimana jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan 8,2 juta nama domain yang terdaftar untuk periode yang sama pada tahun 2014.
Selama kuartal keempat tahun 2015, rata-rata permintaan harian Sistem Nama Domain atau Domain Name System (DNS) Verisign mencapai sekitar 123 miliar permintaan di seluruh TLD yang dioperasikan Verisign, dengan angka tertinggi hampir mencapai 194 milyar. Dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, rata-rata permintaan harian meningkat 2,8 persen dengan peningkatan paling tinggi sebanyak 67,3 persen.
Setiap tahunnya, jumlah permintaan harian bertambah sebesar 11,9 persen dengan angka peningkatan tertinggi sebesar 32,6 persen.
Verisign menerbitkan Ikhtisar Industri Nama Domain yang berisi data statistik dan analitik hasil riset mengenai industri nama domain untuk seluruh pengguna Internet di dunia.

Sumber : Merdeka.com

Google rayakan Hari Bumi dengan memasang lima buah doodle

Google rayakan Hari Bumi dengan memasang lima buah doodle
Google Doodle Hari Bumi 2016. © google.com

Merdeka.com - Hari ini, tanggal 22 April diperingati sebagai Hari Bumi internasional. Seperti biasa, Google ikut memperingati hari dengan membuat doodle. Kali ini doodle sedikit tidak biasa, karena ada 5 buah doodle yang disediakan untuk Hari Bumi tahun ini.
Seorang seniman bernama Sophie Diao, membuat lima buah lukisan digital yang penuh makna di baliknya, terinspirasi dari keadaan Bumi kita saat ini. Sang desainer mengangkat lima buah bioma penting yang ada di Bumi: tundra, hutan, padang rumput, gurun, dan terumbu karang. Dalam tiap ilustrasinya, terdapat juga satu binatang yang menjadikan ekosistem tersebut habitatnya.
Tundra and Polar Bear google.com

Grassland and Elephant google.com

Forest and Red Fox google.com

Hari Bumi sendiri, awalnya dicetuskan oleh John McConnel, seorang aktivis perdamaian pada tahun 1969. Lalu akhirnya penentuannya diputuskan oleh Senator Gaylord Nelson dari Amerika Serikat setahun kemudian. Tujuannya adalah untuk membuat masyarakat lebih menyadari akan dampak perbuatan manusia ke alam. Berbagai isu lingkungan diangkat dalam bentuk acara dan edukasi di hari tersebut, membuat hari Bumi jadi perayaan yang penting tiap tahunnya.
Desert and Tortoise google.com

Aquatic/Ocean. Coral Reef and Octopus google.com

Bahkan, sejak pertama kali kemunculannya di Amerika Serikat, perayaan Hari Bumi telah menyebar ke hampir 200 negara di seluruh dunia, dengan jutaan orang yang makin bertambah kesadarannya akan lingkungan.
Ini adalah hari yang tepat untuk mengingat bahwa jika kita tidak menjaga 'rumah' yang kita tinggali ini, nantinya 'rumah' ini akan rusak dan yang jadi korban adalah generasi selanjutnya. 'Menjaga' pun bukan dalam artian kita hanya menjaga lingkungan saja, namun juga 'penghuni' lain di Bumi, yakni flora dan fauna.

Sumber : Merdeka.com

Senin, 04 April 2016

Ketika Industri Retail Terkena Dampak Teknologi

Seiring perkembangan teknologi digital, industri retail ikut terkena dampak perubahan, khususnya dalam hal teknologi.

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan IT yang bergerak di industri retail dan manajemen properti, PT Relindo Prima Solusitama, menjalin kerja sama dengan RetailNext, salah satu perusahaan IT yang bermarkas di Silicon Valley, California, Amerika Serikat.
Melalu keterangan tertulisnya, Senin (4/4/2016), Presiden Direktur PT Relindo Prima Solusitama, Andreas Kartawinata menilai, seiring perkembangan teknologi digital, industri retail ikut terkena dampak perubahan, khususnya dalam hal teknologi.

Saat ini, pelaku usaha ritel dapat menganalisa berapa jumlah trafik dan karakteristik dari konsumennya, memanfaatkan teknologi digital berupa aplikasi atau software.
“Produk sistem informasi yang dibangun RetailNext bermanfaat bagi pelaku industri ritel, seperti pertokoan maupun pusat perbelanjaan di Indonesia untuk mengembangkan bisnis melalui platform analitik yang mencakup analisa jumlah pelanggan, kebiasaan pelanggan, berapa lama waktu pelanggan menghabiskan waktu melihat-lihat sebelum membeli, hingga menganalisa trafik calon pembeli pada jam-jam tertentu,” kata Andreas.
Ia mengklaim, dari semua brand aplikasi atau software yang ada, hanya RetailNext yang secara komprehensif mampu menganalisa secara detail.

Secara global, lanjut Andreas, pemakaian platform analitik retail telah meningkat secara eksponensial. Perusahaan ritel di seluruh dunia memahami besarnya keuntungan yang dapat diperoleh dengan melakukan analisa mendalam terhdap pelanggan dan kebiasaan belanja mereka.

“Dengan memanfaatkan teknologi RetailNext, pebisnis ritel di Indonesia memiliki kesempatan yang besar untuk melakukan hal tersebut demi meraup pasar global dan menjadi pembeda dengan pesaing,” ujarnya.

Sementara CEO Retailnext Alexei Agratchev mengatakan, di Amerika Serikat hampir semua peritel telah memanfaatkan teknologi RetailNext.

“Kita menggunakan berbagai sensor, kamera, bluetooth, dan juga video dari pergerakan customer di toko. Sistem akan menganalisa data, keamanan toko dan menganalisa video dari sensor-sensor itu,” terang Alexei.

Ia membeberkan, pihaknya memerlukan waktu bertahun-tahun dan menghabiskan biaya hingga ratusan juta dollar AS dalam pengembangan teknologi ini. Bahkan, untuk tahun ini mereka menggelontorkan US$ 15 juta untuk pengembangan lebih lanjut dari software RetailNext.

(Isk/Cas)



Sumber : Liputan6.com